Selasa, 18 Desember 2012

Lihatlah

Aku melihatnya,,
Senyummu masih bisa terbaca
Tanpa kau coba untuk menjelaskan
Aku masih cukup bisa mengartikan
Tak jua perlu kau tutup dengan bayang keluh
Aku mampu membaca tanpa harus mengeja
Iya..
Tak perlu kau rangkaikan kata
Lalu menuntunku untuk berdusta pada nyata
Lihatlah apa yang ada di samping senyummu
Lihatlah sekali lagi,
Diakah yang di sampingmu kelak hadir luka?
Diakah yang memelukmu kala luka?
Lihatlah saja,
Waktu tak akan lama
Atap itu kan roboh
Aku tak akan memaksamu tuk beranjak
tapi Fikirkanlah
Kau akan terluka di dalamnya
Semuanya kembali pada pilihan
Kau buat kepastian untuk lukamu sendiri
Atau buat kepastian untuk bahagia
Satu hati pada tempat yang berbeda
Menggenggam kehidupan yang nyata
Selamanya..

Kamis, 13 Desember 2012

[livina]





Senyummu sungguh bahagia
Dan kau tau, aku terluka di dalamnya
Harimu seakan tak rela tanpa menabur garam di lukaku
Kau mungkin bisa tertawa
Karna kau merasa mampu membeli dunia
Lukaku..
Luka itu terus menganga dan setiap hari meminta
Mungkin kau lupa
Kehidupan bukan milikmu
Tak bisa kau setting sekehendak hatimu
 Aku tak akan pernah melupakan itu
Kan ku beri tanda [livina]
Hidupmu kan berhenti pada tepian waktu
Lukaku tak merelakanmu
Tidak.

Rabu, 12 Desember 2012

[hari]ku

Mengapa dunia ini begitu sepi di hadapanku
Rasanya aku lelah, sangat lelah
Begitu pula mata ini yang meminta haknya untuk terpejam

Ya Rabb,
Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan setiap hambaMu
Ampunkan aku ya Rabb,
Yang hanya mempersembahkan air mata di hadapanMu
Yang hanya membawa keluh saat menghadapMu
Ampunkan aku yang tak sempurna mencintaiMu
Sungguh aku ingin mencintaiMu dengan sangat
Namun terkadang dunia membuatku tak setia
Mengalahkan kasihMu yang tiada kira

Ya Rabb,
Mampukan aku dalam rapuhnya jiwa dan ragaku
Kembalikan [hari]ku
Ijinkan aku mencoba melukis kembali sisa hidupku