(Aegle
marmelos)
Menurut kisah dalam
sejarah, buah maja terkait dengan asal usul Kerajaan Majapahit (1293-1527). Konon,
Raden Wijaya dan para pengikutnya -babat alas-
Tanah Tarik (sekarang wilayah Mojokerto, Jawa Timur). Mereka menemukan banyak
pohon maja yang sedang berbuah, dan buahnya pahit. Karena itu, mereka memberikan
nama daerah itu sebagai “Majapahit”.
Selanjutnya,
Majapahit menjadi nama kerajaan yang dipimpin oleh Raden Wijaya. Kemudian pada
zaman kekuasaan Hayam Wuruk dengan patihnya yang bernama Gajah Mada, berhasil
menyatukan nusantara. And than, the next
kisah mungkin ada yang lebih kompeten untuk menceritakannya..he,
Tapi benarkah buah
maja berasa pahit?
Buah ini tidak berasa
pahit, justru buahnya beraroma harum dan berasa manis. Mungkin saja yang
dimakan prajurit Majapahit adalah buah maja yang masih muda, (mungkin, hehe)
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae;
Divisi:
Magnoliophyta;
Kelas: Magnoliopsida;
Subkelas: Rosidae;
Ordo: Sapindales;
Famili: Rutaceae;
Genus: Aegle;
Spesies: Aegle
marmelos.
Buah maja memiliki
nama latin Aegle marmelos. Genus
Aegle terdiri dari enam spesies, yaitu Aegle
barteri, Aegle correa, Aegle decandra, Aegle glutinosa, Aegle marmelos, dan Aegle sepiaria. Buah maja disebut juga
bael atau maja batu atau maja manis. Penggunaan kata maja manis dimaksudkan
untuk membedakan dari maja yang selama ini menurut kisah berasa pahit.
Habitat asli buah ini
tersebar mulai dari Pakistan, India, tenggara Nepal, Sri Lanka, Bangladesh,
Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, dan Indonesia tentunya. Selain disebut bael, buah
ini di negara-negara habitatnya diberi nama bilva, bilwa, bel, kuvalam,
koovalam, madtoum, beli fruit, Bengal quince, stone apple, atau wood apple.
Tanaman maja (Aegle
marmelos) merupakan pohon berkayu keras dan bisa tumbuh sampai setinggi
sekitar 20 meter. Batangnya bulat mempunyai permukaan kulit yang kasar berwarna
coklat. Pohon ini mempunyai banyak cabang. Daunnya tunggal berwarna hijau,
berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal meruncing, dan tepi daun bergerigi.
Bagian yang dapat
dimakan (daging buahnya) sebanyak 56-77% dari keseluruhan buah. Untuk setiap
100 gram buah maja mengandung:
Air : 61,5 gram
Protein : 1,8 gram
Lemak : 0,39 gram
Karbohidrat : 31,8 gram
Karoten : 55 mg
Tiamin : 0,13 mg
Riboflafin : 1,19
Niasin : 1,1 mg
Vitamin C : 8 mg
Bunga maja sangat
harum. Saat buah maja berbunga, wanginya bisa tercium dari jarak beberapa
meter. Buah maja berbentuk bulat agak lonjong dengan panjang sekitar 5-12 cm.
Kulit buah berwarna hijau ketika muda dan menjadi coklat setelah tua. Daging
buah berwarna kuning hingga jingga. Buahnya berair, beraroma wangi dan berasa
manis. Satu pohon bisa menghasilkan 300-an butir buah. Buah maja biasanya masak
pada musim kemarau bersamaan dengan daun-daunnya yang meluruh.
Masyarakat wilayah
Asia Selatan, biasa mengkonsumsi daging buah maja dalam keadaan segar ataupun
yang sudah dikeringkan, dan dipercaya berkhasiat melancarkan buang air besar
dan gangguan pencernaan. Daun buah maja juga bisa dikonsumsi. Pucuk daun buah
maja merupakan sayuran yang populer di negara-negara Asia Selatan. Dalam ilmu
pengobatan tradisional India, maja dipercaya bisa mengobati berbagai gangguan
kesehatan seperti demam, gangguan pencernaan, terutama sembelit (susah buang
air besar) kronis.
Tanaman ini memiliki
nilai historis yang sangat tinggi bagi Indonesia, dan mungkin bisa menjadi
komoditas buah yang menarik. Lebih asik lagi pastinya kalau pohon maja ini berdiri berjajar di sepanjang situs Majapahit
dan menjadi icon daerah Mojokerto.
#Penasaran dengan rasa maja[tak]pahit? Lets go Mojokerto,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar