Senin, 04 Juni 2012

Sleep Apnea vs Obesitas (kegemukan)

Sleep apnea merupakan gangguan atau kelainan yang ditandai dengan reduksi bahkan penghentian napas selama tidur. Sleep apnea adalah gangguan umum di mana anda memiliki satu atau lebih jeda dalam bernapas (nafas pendek saat anda tidur). Jeda pernapasan dapat berlangsung dari beberapa detik sampai menit. Hal ini sering terjadi 5-30 kali atau lebih dalam satu jam. Biasanya, pernapasan bisa normal kembali kemudian mulai lagi -sleep apnea-, terkadang dengan mendengus keras atau suara tersedak. Ketika sleep apnea ini terjadi, orang tersebut akan mengalami gangguan tidur karena gangguan pernapasan dan berkurangnya kadar oksigen dalam darah.


Obstructive Sleep Apnea (OSA)
Merupakan hambatan saluran pernapasan selama tidur yang menyebabkan jeda nafas. Ketika Anda mencoba untuk bernapas, udara yang masuk lalu menekan sumbatan akan menyebabkan dengkuran keras. Obstructive sleep apnea biasanya terjadi pada orang yang kelebihan berat badan (obesitas), selain itu dapat juga terjadi karena memiliki jaringan amandel membesar di leher. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lebih 10% dari orang-orang yang mengalami serangan ini membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Central Sleep Apnea (CSA)
Gangguan ini terjadi jika bagian otak Anda yang mengontrol pernapasan Anda tidak mengirim sinyal yang benar untuk otot-otot pernapasan Anda. Ini biasanya terjadi pada bayi atau pada orang dewasa dengan penyakit jantung, penyakit serebrovaskular, atau penyakit herediter/kelainan bawaan, juga dapat disebabkan oleh keracunan obat.

Obesitas (kegemukan) adalah faktor penyebab yang dikenal menyebabkan sleep apnea ini. Oleh karena itu, gaya hidup sehat dan diet dapat membantu penurunan berat badan akan memperbaiki kondisi. Perubahan perilaku merupakan pengobatan yang paling sederhana untuk obstructive sleep apnea ringan, tetapi sering kali yang paling sulit untuk dilakukan. Kadang-kadang, sleep apnea ini terjadi hanya dalam beberapa posisi (yang paling sering berbaring terlentang). Seseorang dapat mengurangi sleep apnea dengan mengubah posisi tidur dan memperbaiki tidur.

Hubungan antara obesitas (kegemukan) dan sleep apnea belum begitu jelas, diduga penderita obesitas memiliki saluran atau jalan nafas yang lebih sempit akibat penumpukan lemak di beberapa otot yang berada di sekitar jalan nafas. Selain itu, pangkal lidah mereka juga diperkirakan lebih mudah terdorong ke belakang dan menyumbat jalan nafas ketika tidur.

Sleep apnea menyebabkan kualitas tidur yang buruk yang membuat Anda lelah di siang hari dan merupakan salah satu penyebab utama kantuk di siang hari yang berlebihan. Sleep apnea sering kali tidak terdiagnosis. Kebanyakan orang yang mengalami sleep apnea tidak tahu mereka memilikinya karena hanya terjadi selama tidur.

Tanda-tanda Anda mengalami sleep apnea,
Sepanjang Siang hari
·      Terasa letih/mengantuk pada siang hari
·      Konsentrasi menurun atau sulit mengingat.
·      Memory menurun
·      Sakit kepala pada siang hari
·      Mudah marah dan cemas
·      Menurunnya kualitas hidup
Sepanjang Malam
·      Rasa tercekik pada saat tertidur
·      Sering terbangun pada saat tidur
·      Sering juga kencing saat malam
·      Mendengkur saat tidur


Tips mengatasi sleep apnea,
  1. Menurunkan berat badan bila overweight (kelebihan berat badan)
  2. Ketaatan tidur yang baik
  3. Mengurangi konsumsi alkohol dan nikotin
  4. Mengurangi obat obatan yang menurunkan fungsi pernafasan pada waktu tidur
  5. Merubah posisi tidur juga bisa di lakukan apabila posisi tersebut dapat meningkatkan resiko gangguan tidur yang berhubungan dengan jalan pernafasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar