Pernahkah terpikir
di benak kita, mengapa kita bisa merasakan lapar dan kenyang? Darimana alarm
lapar dan kenyang berasal? Bagaimana proses perjalanan makanan sampai pada
perut hingga akhirnya otak kita bisa bilang kenyang dan selang beberapa waktu kita
merasa lapar kembali?
***
Asupan makanan
penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh meskipun cadangan energi
mampu menyangga pada kondisi kelaparan. Rasa lapar dan kenyang merupakan
sensasi yang menunjukkan perlunya mulai atau berhenti makan. Kedua hal tersebut
merupakan kontrol fisiologis terhadap tindakan makan.
Selain adanya
faktor internal berupa kontrol fisiologis, rasa lapar dan kenyang juga
dipengaruhi oleh faktor eksternal yang dapat memodifikasi sehingga dapat
mengalahkan mekanisme internal tubuh.
Sinyal Kontrol Internal
Ghrelin adalah hormon peptida yang disekresi oleh
sel endokrin lambung dan memberi sinyal rasa lapar, ketika mencapai nucleus arkuata
di hipotalamus, hormon ini merangsang pelepasan neuropeptida Y yang merupakan stimulant poten terhadap asupan
makanan.
Ketika makan,
dihasilkan sejumlah hormon saluran cerna seperti kolesistokinin, peptida YY, peptida
serupa glucagon (glucagon-like peptide).
Hormon ini bekerja secara local maupun sentral untuk menghambat sekresi ghrelin dan memperlambat pengosongan
lambung, serta merangsang neuron penekan rasa lapar di hipotalamus.
Faktor Eksternal
Pada manusia sulit ditentukan
seberapa pentingnya faktor internal mampu mengontrol mekanisme lapar dan
kenyang karena faktor eksternal terkadang mampu mengambil bagian lebih kuat
seperti faktor lingkungan dan psikososial.
Asupan makanan
penting bagi kelangsungan hidup dan terdapat mekanisme fisiologis yang
meregulasinya. Faktor lingkungan yang dialami oleh banyak masyarakat berdampak
pada buruknya regulasi terhadap asupan makanan dan sebagai akibatnya terjadi
konsumsi energi yang melebihi kebutuhan.
(Reista)
Pustaka:
Barasi, ME (2009). At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar