Sabtu, 10 Desember 2011

Lapar dan Kenyang ?


Pernahkah terpikir di benak kita, mengapa kita bisa merasakan lapar dan kenyang? Darimana alarm lapar dan kenyang berasal? Bagaimana proses perjalanan makanan sampai pada perut hingga akhirnya otak kita bisa bilang kenyang dan selang beberapa waktu kita merasa lapar kembali?


***
Asupan makanan penting untuk memenuhi kebutuhan energi dalam tubuh meskipun cadangan energi mampu menyangga pada kondisi kelaparan. Rasa lapar dan kenyang merupakan sensasi yang menunjukkan perlunya mulai atau berhenti makan. Kedua hal tersebut merupakan kontrol fisiologis terhadap tindakan makan.

Selain adanya faktor internal berupa kontrol fisiologis, rasa lapar dan kenyang juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang dapat memodifikasi sehingga dapat mengalahkan mekanisme internal tubuh.

Sinyal Kontrol Internal
Ghrelin adalah hormon peptida yang disekresi oleh sel endokrin lambung dan memberi sinyal rasa lapar, ketika mencapai nucleus arkuata di hipotalamus, hormon ini merangsang pelepasan neuropeptida Y yang merupakan stimulant poten terhadap asupan makanan.
Ketika makan, dihasilkan sejumlah hormon saluran cerna seperti kolesistokinin, peptida YY, peptida serupa glucagon (glucagon-like peptide). Hormon ini bekerja secara local maupun sentral untuk menghambat sekresi ghrelin dan memperlambat pengosongan lambung, serta merangsang neuron penekan rasa lapar di hipotalamus.

Faktor Eksternal
Pada manusia sulit ditentukan seberapa pentingnya faktor internal mampu mengontrol mekanisme lapar dan kenyang karena faktor eksternal terkadang mampu mengambil bagian lebih kuat seperti faktor lingkungan dan psikososial.
Asupan makanan penting bagi kelangsungan hidup dan terdapat mekanisme fisiologis yang meregulasinya. Faktor lingkungan yang dialami oleh banyak masyarakat berdampak pada buruknya regulasi terhadap asupan makanan dan sebagai akibatnya terjadi konsumsi energi yang melebihi kebutuhan.

(Reista)
Pustaka: Barasi, ME (2009). At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar