Kamis, 13 Desember 2012

[livina]





Senyummu sungguh bahagia
Dan kau tau, aku terluka di dalamnya
Harimu seakan tak rela tanpa menabur garam di lukaku
Kau mungkin bisa tertawa
Karna kau merasa mampu membeli dunia
Lukaku..
Luka itu terus menganga dan setiap hari meminta
Mungkin kau lupa
Kehidupan bukan milikmu
Tak bisa kau setting sekehendak hatimu
 Aku tak akan pernah melupakan itu
Kan ku beri tanda [livina]
Hidupmu kan berhenti pada tepian waktu
Lukaku tak merelakanmu
Tidak.

Rabu, 12 Desember 2012

[hari]ku

Mengapa dunia ini begitu sepi di hadapanku
Rasanya aku lelah, sangat lelah
Begitu pula mata ini yang meminta haknya untuk terpejam

Ya Rabb,
Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan setiap hambaMu
Ampunkan aku ya Rabb,
Yang hanya mempersembahkan air mata di hadapanMu
Yang hanya membawa keluh saat menghadapMu
Ampunkan aku yang tak sempurna mencintaiMu
Sungguh aku ingin mencintaiMu dengan sangat
Namun terkadang dunia membuatku tak setia
Mengalahkan kasihMu yang tiada kira

Ya Rabb,
Mampukan aku dalam rapuhnya jiwa dan ragaku
Kembalikan [hari]ku
Ijinkan aku mencoba melukis kembali sisa hidupku

Selasa, 11 Desember 2012

Hari ini [ada]



Seperti angin yang melaju tanpa paksaan
Diri ini hanya berjalan dengan kepasrahan
Menyerah atau pasrah??
Sungguh pasrahku adalah sembunyiku dari kata menyerah

Fajar terusik hangat sang mentari
Inginku masih terlelap dalam dekapan pagi
Menenangkan jiwa yang kian sunyi
Terkikis sepinya hati yang tak kunjung henti

Hari yang berlalu adalah hampa
Kosong bak tersesat di hamparan sahara
Tanpa arah, mengalir tanpa tujuan
Menepiskan akal, tenggelam dalam fatamorgana

Senin, 10 Desember 2012

Hari ini saja,

Bohong kalau aku bilang bahwa aku baik-baik saja. Pikiranku bahkan kemana-mana. Seperti yang lalu, kau katakan itu, tapi kau tak mampu. Bagaimana lagi akan terukir rasa sakitku. Seperti bercita-cita untuk jatuh. Mungkin tak ada yang melakukan itu kecuali aku. Jatuh pada tempat yang sama dan terluka. Lagi-lagi luka. Tak bisakah jantungku berirama dengan tenang? It’s Ok, semua akan baik-baik saja, hanya itu yang sempat terekam di telingaku, tapi entah, aku sendiri tak tau. Sedalam-dalamnya aku mencoba menarik nafas, menghembuskannya, dan mencoba menjaga pesanmu -aku pasti pulang-. Ya Allah, ingin rasanya ku teriakkan bahwa aku sungguh tak sanggup sendiri, aku tak sanggup lagi. Oksigen tubuhku serasa hanya tinggal satu mili dan akan terhenti. Terkadang ingin rasanya menyerah, badanku sudah sangat lemas, aku tak sanggup berdiri lagi. Namun berhenti mencintaimu sama halnya menghentikan detak jantungku. Cukup. Hari ini saja kau berjanji padaku, tetaplah berada di sampingku, selalu..

Minggu, 09 Desember 2012

Melukis Pagi



Kita tak pernah dengan sengaja berada pada masa ini
Hari ini,
Mencoba melukis pagi
Aku dan dirimu dalam tanda koma
Belum sempurna ku coba mengartikan pagi
Seperti masih berselimut dalam mimpi