Selasa, 19 Juni 2012

Mendaki Gunung [kehidupan]


Menjalani hidup itu laksana mendaki sebuah gunung. Perlu persiapan yang matang dan baik, mulai dari manajemen waktu, logistik, fisik dan juga mental yang kuat sebelum memulai pendakian.

Allah mempersiapkan segalanya,
Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanyalah padang ilalang datar. Terkadang harus berhenti sejenak untuk melepas lelah selama perjalanan. Ketika kita menyusuri jalanan di tepi jurang, kita harus hati-hati melangkah agar tidak terpeleset. Dengan segala rintangan itu, Allah menyandingkan pertolongan. Akar, batu, tanah, tanjakan, ego, udara dingin, rasa takut, dan kerasnya alam akan menyambut kita dalam setiap langkah menuju puncak gunung. Jangan pernah takut karena Allah pasti menolong kita. Pada setiap tanjakan terjal, Dia menyiapkan batu untuk berpijak, akar untuk bergelantung agar kita bisa melewati tanjakan tersebut.


Untuk sampai pada puncak tidaklah mudah, penuh dengan rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi dan kita kalahkan. Seperti dalam hidup kita, segala rintangan adalah tantangan bagi kita. Perjuangan hidup dilalui dengan penuh liku, bagai mendaki gunung yang terjal, menang tanpa perjuangan panjang bagaikan menang tanpa kebanggaan. Tanpa kesulitan, tidak ada kesuksesan. Jika tak ada sesuatu yang diperjuangkan, tak ada yang akan dicapai. Siapa yang kuat, dia yang akan bertahan. Siapa yang mampu bertahan, dialah yang kan mampu melangkah ke depan. Siapa yang mampu melangkah, dialah yang akan mampu menggenggam kemenangan.


Hidup itu pilihan. Kalau kita berhenti dan menyerah pada rintangan, jangan pernah berharap untuk sampai puncaknya, jangan berharap berdiri di tengah awan menikmati hangat mentari dan damainya rembulan. Jangan juga berharap akan merengkuh bintang-bintang.


***
Kita memang tidak bisa merubah masa lalu. Tapi kita masih punya kesempatan tuk merubah masa depan, dan cara terbaik untuk meramal masa depan adalah menciptakannya, karena menjadi bahagia adalah pilihan. Yakin dan percaya, tulus cinta akan membawamu ke sana..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar