Menjalani hidup itu laksana mendaki sebuah gunung. Perlu
persiapan yang matang dan baik, mulai dari manajemen waktu, logistik, fisik dan juga mental yang kuat
sebelum memulai pendakian.
Allah mempersiapkan segalanya,
Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang
hanyalah padang ilalang datar. Terkadang harus berhenti sejenak untuk melepas
lelah selama perjalanan. Ketika kita menyusuri jalanan di tepi jurang, kita
harus hati-hati melangkah agar tidak terpeleset. Dengan segala rintangan itu,
Allah menyandingkan pertolongan. Akar, batu, tanah, tanjakan, ego, udara
dingin, rasa takut, dan kerasnya alam akan menyambut kita dalam setiap langkah
menuju puncak gunung. Jangan pernah takut karena Allah pasti menolong kita. Pada
setiap tanjakan terjal, Dia menyiapkan batu untuk berpijak, akar untuk
bergelantung agar kita bisa melewati tanjakan tersebut.
Untuk sampai pada puncak tidaklah mudah, penuh
dengan rintangan dan tantangan yang harus kita hadapi dan kita kalahkan.
Seperti dalam hidup kita, segala rintangan adalah tantangan bagi kita. Perjuangan
hidup dilalui dengan penuh liku, bagai mendaki gunung yang terjal, menang tanpa
perjuangan panjang bagaikan menang tanpa kebanggaan. Tanpa kesulitan, tidak ada
kesuksesan. Jika tak ada sesuatu yang diperjuangkan, tak ada yang akan dicapai.
Siapa yang kuat, dia yang akan bertahan. Siapa yang mampu bertahan, dialah yang
kan mampu melangkah ke depan. Siapa yang mampu melangkah, dialah yang akan
mampu menggenggam kemenangan.
Hidup itu pilihan. Kalau kita berhenti dan menyerah
pada rintangan, jangan pernah berharap untuk sampai puncaknya, jangan berharap
berdiri di tengah awan menikmati hangat mentari dan damainya rembulan. Jangan juga
berharap akan merengkuh bintang-bintang.
***
Kita memang tidak bisa merubah masa lalu. Tapi
kita masih punya kesempatan tuk merubah masa depan, dan cara terbaik
untuk meramal masa depan adalah menciptakannya, karena menjadi bahagia adalah
pilihan. Yakin dan percaya, tulus cinta akan membawamu ke sana..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar