Aku melihatnya,,
Senyummu masih bisa terbaca
Tanpa kau coba untuk menjelaskan
Aku masih cukup bisa mengartikan
Tak jua perlu kau tutup dengan bayang keluh
Aku mampu membaca tanpa harus mengeja
Iya..
Tak perlu kau rangkaikan kata
Lalu menuntunku untuk berdusta pada nyata
Lihatlah apa yang ada di samping senyummu
Lihatlah sekali lagi,
Diakah yang di sampingmu kelak hadir luka?
Diakah yang memelukmu kala luka?
Lihatlah saja,
Waktu tak akan lama
Atap itu kan roboh
Aku tak akan memaksamu tuk beranjak
tapi Fikirkanlah
Kau akan terluka di dalamnya
Semuanya kembali pada pilihan
Kau buat kepastian untuk lukamu sendiri
Atau buat kepastian untuk bahagia
Satu hati pada tempat yang berbeda
Menggenggam kehidupan yang nyata
Selamanya..
Selamanya..

q merasa kehilangan yang amat sangat... sejak kau pergi meninggalkanku dalam kesendirian... kau segalanya bagiku... q sedang memperjuangkan cita dan cinta kita... tapi kenapa kau justru menyerah dan menghilang begitu saja...
BalasHapusq ga tau harus mencarimu kemana... hanya menunggumu yang bisa q lakukan... kau pergi tinggalkan semua yang kita cita-citakan...
hanya kau yang q punya... q sayang kau melebihi sayangku pada diriku sendiri... semua ini demi masa depan kita... cita dan cinta kita...
q tau kau masih sangat menyayangiku... begitupun aku yang sangat menyayangimu... q sangat berharap kau mau kembali ke sisiku... untuk bersama memperjuangkan cinta dan cita kita... q mohon dek... q ga bisa menggunakan akal sehatku lagi semenjak adek pergi begitu saja tanpa pesan apapun... q selalu menunggu kepulanganmu...
q gak kan pernah ikhlas... q ga kan pernah rela kalau adek sampai pasrah dan menerima keputusan kanjenge... q sangat-sangat menyayangimu dek...
adek janji sama mase, setelah maslah ini selesai adek mau berobat... adek mau sehat... adek mau temeni mase menghabiskan sisa hidup ini berdua sama mase. adek janji, ga kan pernah menyerah dengan keadaan. adek pasti kuat... adek pasti bisa... kembalilah dek... jangan pergi dek... kalau adek ga mau kembali, ga mau sehat, ga mau berobat, ga mau nepati janji adek, biarlah mase yang sakit ditempat kita selalu berdua, susah senang, menangis bercanda bersama, di tempat kita selalu sholat berjamaah, ditempat mase cium mata dan kening adek... ditempat itulah adek akan melihat mase sakit... mase sayang banget sma adek... sejak adek ga bisa dihubungi, mematikan telepon, meninggalkan tempat yang penuh suka cita kita, mase ga bisa ngapa2 dek... mase ga tenang... hanya adek yang dipikiran mase... hanya air mata yang menetes tanpa henti dek... mas sayang adek sampai kapanpun... sampai kapanpun, mas akan menunggu adek untuk kembali... mas akan buktikan, setelah masalahe mase selesaipun, mas tetap menunggu adek di tempat itu... kembalilah dek... mas selalu menunggu kedatangan adek...
BalasHapus