Embun tak
menyeka jejakmu kala melintas di jalan setapak
Agar langit menemukanmu jika kau mulai berlari
Agar langit menemukanmu jika kau mulai berlari
Rumput
mendekap kakimu seakan tak merelakan kau melangkah
Seperti air
mata yang memaksa tetap tinggal di sudut mataku
Bagaimana harus kuusir bulir itu kalau luka itu masih bertahta
Bagaimana harus kuusir bulir itu kalau luka itu masih bertahta
Reranting waktu tak lagi ingat pada daun yang gugur dan tergolek pada senja
Demikianlah adanya,
Demikianlah adanya,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar