Mungkin
tak menjadi indah karena lemah sinarnya
Tak
mampu menerangimu sehingga tak terlihat hebat dan tak kau pandang
Lalu kau
singkirkan
Kilaumu
hanya patahan masa
Ketika
takdir kembali berjalan pada arahnya
Ketika bumi
kehilangan cahayanya
Dan kaki
tak mampu lagi kau langkahkan
Ingatlah
cahaya lentera itu
Redupnya
kau abaikan demi sepotong kata bertuliskan kehormatan
Cukup
ingatlah saja,
Menyisakan asap
Yang
terus terbang bersama doa
Menembus
hijab hingga pada tempatNya
Dan meminta
apa yang menjadi adil baginya
Ujungmu
hanya waktu
Laksana
mentari juga rembulan, yang tak nampak kan hadir kembali
Takdir
tak bisa ditutupi, tak juga bisa dipindahkan
Dan jangan
pula kau persalahkan demi kehormatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar