Bohong
kalau aku bilang bahwa aku baik-baik saja. Pikiranku bahkan kemana-mana. Seperti
yang lalu, kau katakan itu, tapi kau tak mampu. Bagaimana lagi akan terukir
rasa sakitku. Seperti bercita-cita untuk jatuh. Mungkin tak ada yang melakukan
itu kecuali aku. Jatuh pada tempat yang sama dan terluka. Lagi-lagi
luka. Tak bisakah jantungku berirama dengan tenang? It’s Ok, semua akan
baik-baik saja, hanya itu yang sempat terekam di telingaku, tapi entah, aku
sendiri tak tau. Sedalam-dalamnya aku mencoba menarik nafas, menghembuskannya, dan mencoba menjaga pesanmu -aku pasti pulang-. Ya Allah, ingin rasanya ku teriakkan bahwa aku
sungguh tak sanggup sendiri, aku tak sanggup lagi. Oksigen tubuhku serasa
hanya tinggal satu mili dan akan terhenti. Terkadang ingin rasanya menyerah, badanku sudah sangat lemas, aku tak sanggup berdiri lagi. Namun berhenti mencintaimu sama halnya menghentikan detak jantungku. Cukup. Hari ini saja kau berjanji padaku, tetaplah berada di sampingku, selalu..
Senin, 10 Desember 2012
Minggu, 09 Desember 2012
Melukis Pagi
Hari
ini,
Mencoba
melukis pagi
Aku
dan dirimu dalam tanda koma
Belum
sempurna ku coba mengartikan pagi
Seperti
masih berselimut dalam mimpi
Sabtu, 28 Juli 2012
[cinta] -ada-Lah
Cinta adalah kehidupan,
di mana kau memberiku kehidupan akan kesenangan dan kepentingan.
Cinta adalah kehormatan,
bagaimana cinta dapat memberimu kehormatan untuk tetap dipandang.
Cinta adalah kasih sayang,
segala hal yang -cinta- kasih adalah sayang untuk dibuang.
Cinta -ada-lah
yang ada dikala ingin, dan mampu ada dikala butuh.
Namun,
sesungguhnya cinta adalah yang memeluk tangismu lebih mesra daripada bahagiamu,
tetap bertahan meski menyuruh kita pergi, tetap menanti walau menyuruh kita berlari.
Entahlah,
buatku cinta adalah apa kata hati.
di mana kau memberiku kehidupan akan kesenangan dan kepentingan.
Cinta adalah kehormatan,
bagaimana cinta dapat memberimu kehormatan untuk tetap dipandang.
Cinta adalah kasih sayang,
segala hal yang -cinta- kasih adalah sayang untuk dibuang.
Cinta -ada-lah
yang ada dikala ingin, dan mampu ada dikala butuh.
Namun,
sesungguhnya cinta adalah yang memeluk tangismu lebih mesra daripada bahagiamu,
tetap bertahan meski menyuruh kita pergi, tetap menanti walau menyuruh kita berlari.
Entahlah,
buatku cinta adalah apa kata hati.
Senin, 23 Juli 2012
Dalam Nama Lentera
Mungkin
tak menjadi indah karena lemah sinarnya
Tak
mampu menerangimu sehingga tak terlihat hebat dan tak kau pandang
Lalu kau
singkirkan
Kilaumu
hanya patahan masa
Ketika
takdir kembali berjalan pada arahnya
Ketika bumi
kehilangan cahayanya
Dan kaki
tak mampu lagi kau langkahkan
Ingatlah
cahaya lentera itu
Redupnya
kau abaikan demi sepotong kata bertuliskan kehormatan
Cukup
ingatlah saja,
Bagaimana
dia meleleh karena menerangimu
Sabtu, 21 Juli 2012
Demikianlah Adanya
Embun tak
menyeka jejakmu kala melintas di jalan setapak
Agar langit menemukanmu jika kau mulai berlari
Agar langit menemukanmu jika kau mulai berlari
Rumput
mendekap kakimu seakan tak merelakan kau melangkah
Seperti air
mata yang memaksa tetap tinggal di sudut mataku
Bagaimana harus kuusir bulir itu kalau luka itu masih bertahta
Bagaimana harus kuusir bulir itu kalau luka itu masih bertahta
Reranting waktu tak lagi ingat pada daun yang gugur dan tergolek pada senja
Demikianlah adanya,
Demikianlah adanya,
Langganan:
Postingan (Atom)


![[cinta] ada_Lah](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyWv2-PNJ2GhFE5_0aU57ep8nwg36rHWVUydrRJbLSI2O0o2XUqB9D7tZmxTgFcHbwQNS7ADItZqalhA6d6ajXQDGcp9Phw1b8XQw_GxNg58TxJVWD7v65lVwp0e1IaunSfdJx97lt6bEo/s200/images.jpg)

