Kamis, 01 Desember 2011

TEMPE (kedelai).. Food For the Future,


Siapa yang belum pernah makan tempe??
Hmm..anda patut menyesal kalau anda belum pernah mencoba makanan yang bernama tempe. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa tempe adalah makanan murahan dan kampungan. Tapi ada yang harus anda ketahui dari makanan ajaib bernama “tempe”,

Tempe terbuat dari kacang kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang rhizopus atau orang awam biasa menyebutnya dengan ragi tempe. Kacang kedelai yang diolah menjadi tempe, memiliki kandungan zat gizi yang berlipat dan mengandung banyak protein. Bahkan bagi orang yang sedang menjalankan diet tertentu dan tidak boleh mengkonsumsi daging, maka sumber protein untuk tubuh sebesar 55% mampu diperoleh dari tempe sebagi protein nabati.

ADa yang tau kapan tempe lahir??
Belum ada yang menyebutkan dengan jelas kapan dan di mana pertama kali tempe dibuat. Namun, tempe sudah dikenal sejak berabad-abad yang lalu terutama pada masyarakat jawa. Dalam Bab 3 dan Bab 12 manuskrip Serat Centini dengan setting Jawa, pada abad ke-16 telah ditemukan kata-kata tempe di dalamnya.

Riset tentang “tempe”, 
  • Pada Perang Dunia II di Asia, tentara jepang yang ditawan di Jawa terserang disentri karena sanitasi yang buruk tetapi terselamatkan oleh tempe.
  • Tahun 1960-an, mulai ada penelitian tentang khasiat tempe oleh peneliti dari Indonesia, Belanda, Amerika, Jerman, dan Jepang. Berawal dari sinilah pamor tempe mulai naik dan diakui sebagai makanan sehat dan diminati oleh masyarakat di Negara maju.
  • Penelitian oleh Hermana dkk (1985), menyatakan bahwa penambahan tepung tempe 20% dapat menaikkan berat badan anak rata-rata 0.4 kg dalam 60 hari.
  • Penelitian Hesseltine (1989), diketahui bahwa pabrik tempe telah lama berdiri di Jepang (produksi 6.6 ton/mg), Belanda (produksi 4 ton/mg), Amerika (produksi 3 ton/mg).

Zat Gizi yang Terkandung dalam tempe
  •    Steinkraus dkk (1983)
Kaya protein = 19,5% berat basah setara dengan daging sapi (20% berat basah). Tidak mengandung kolesterol dan asam lemak jenuh yang bisa membahayakan jantung.
  • Herring dkk (1990)
Sumber asam lemak tidak jenuh oleat, linoleat, linolenat.
  • Wuryani (1992)
Mengandung senyawa aktif isoflavone 0.1% berat kering.
  •    Rayandi (2008)
Mengandung asam lemak tidak jenuh dan berbagai macam vitamin seperti A, D, E, K, B1(tiamin), B2(riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), B6(piridoksin), B12(sianokobalamin).
Dalam 100 gram tempe terdapat berbagai mineral makro dan mikro seperti, besi (9.39 mg), tembaga (2.87), zink (8.05 mg).
Terdapat pula antioksodan bernama isoflavon yang mampu menangkal reaksi pembentukan radikal bebas.

Keajaiban “tempe” bagi tubuh kita,
·   Mencegah anemia,
·   Mencegah penuaan,
·   Mencegah kanker payudara,
·   Anti diare,
·   Makana diet,
·   Menurunkan tekanan darah,
·   Makanan sehat bagi penderita jantung,
·   Anti infeksi,
·   Menurunkan kolesterol,
·   Mencegah osteoporosis,
·   Baik dikonsumsi untuk wanita menopause,

So…
Masihkan kalian enggan membudayakan tempe sebagai salah satu hidangan wajib di meja makan kalian??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar